Skip to content

Tarif XL Bikin Bingung Pelanggan

September 26, 2011

(diambil dari Indonesian Telecommunications Users Group – http://www.idtug.net/detailnews.php?id=13)

TEMPO Interaktif, Jakarta – Indonesia Telecomunications Users Group (IDTUG) meminta operator telekomunikasi tidak menerapkan terlalu banyak tipe tarif karena dinilai membingungkan, bahkan menjebak konsumen. “Idealnya satu operator menerapkan dua atau tiga tipe tarif saja,” kata Sekretaris Jenderal IDTUG Muhamad Jumadi di Jakarta, Jumat (26/3).

Dia mengatakan, operator XL menerapkan 10 tipe tarif, jauh lebih banyak dibandingkan pesaingnya, Telkomsel dan Indosat. Selain itu, berbagai tipe tarif murah yang dipromosikan operator XL tidak sesuai kenyataan. Jika diteliti, tarif panggilan telepon XL justru lebih mahal dibandingkan operator lain.

Untuk panggilan selama 30 detik, XL mengenakan tarif rata-rata Rp 600-750. Sementara Simpati Rp 450, As Rp 390, dan Indosat Rp 700. Tarif XL baru lebih murah ketika waktu bicara di atas 10 menit. Padahal, rata-rata bicara konsumen hanya tiga menit. Sedangkan untuk telepon ke operator lain, XL dan Simpati menetapkan tarif Rp 3.615 per tiga menit. Sedangkan As mematok Rp 2.340 dan IM3 Rp 3.006 per tiga menit.

Jumadi juga mempersoalkan iklan yang tidak transparan dalam memberikan informasi. Misalnya “paket sampai puas” XL yang menyatakan “bayar sedikit langsung bisa nelpon Rp 0,01 sampai lama”. Namun pada informasi di situs resmi XL disebutkan operator bisa melakukan tindakan perlindungan jaringannya untuk pemakaian mulai dari 30 menit ke atas.

“Sama saja bohong dong, bilangnya sampai puas tapi operator bisa memutus jaringan kalau di atas 30 menit,” katanya. Padahal seharusnya, ia menambahkan, operator harus menyiapkan jaringannya jika hendak berpromosi.

Kasus serupa juga terjadi pada operator Tri yang menawarkan biaya layanan Blackberry sebesar Rp 88 ribu per bulan. “Tapi ternyata jaringan 3G hanya bisa didapat di Jakarta,” ujarnya.

Ketua Umum IDTUG, Nurul Yakin Setyabudi, menambahkan pemerintah seharusnya membatasi tipe tarif operator. Demikian pula dengan pola promosi para operator. “Harus ada tindakan tegas misalnya denda terhadap iklan yang menyesatkan,” katanya.

Febriati Nadira, Head of Corporate Communication PT XL Axiata Tbk (XL) membantah tudingan bahwa perusahaannya membohongi pelanggan dalam soal tarif murah telepon seluler. Menurut Nadira, tudingan itu tidak relevan dan tidak berdasar. Menurut dia bahkan ada tarif XL yang hanya Rp 72 per menit.

Bantahan juga datang dari Tri. Hiro Wardhana, deputy GM Product Innovation & New Business Services Tri menegaskan bahwa perusahannya tak pernah berdusta soal layanan paket BlackBerry yang mereka klaim termurah di Indonesia.

DESY PAKPAHAN

From → Tarif

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: